Tumpahan Minyak


Tumpahan minyak adalah proses pelepasan produk-produk hidrokarbon ke lingkungan dan merupakan salah satu bentuk polusi.

Kecelakaan tumpahan minyak dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Kecepatan dan efektivitas respon awal memiliki peran penting terhadap penanggulangan tumpahan minyak untuk mencegah area pencemaran yang lebih luas.

Peralatan yang digunakan untuk menanggulangi tumpahan minyak disebut Peralatan Penanggulangan Tumpahan MInyak (PPTM) atau Oil Spill Response Equipment (OSRE).

Peralatan utama terdiri atas:
Peralatan pendukung terdiri atas:
  • Towing line - digunakan untuk menarik oil boom di air; 
  • Power pack - sumber tenaga penggerak peralatan, menggunakan mesin diesel untuk menggerakan pompa hidrolis; 
  • Boom winder - tempat penyimpanan oil boom, biasanya digunakan untuk oil boom tipe fence boom dan inflatable boom; 
  • Transfer pump - pompa untuk memindahkan minyak dari oil skimmer ke storage tank.

Tahapan penanggulangan minyak di air terdiri atas:
  1. Containment - Melokalisir minyak 
  2. Collection - pengumpulan minyak 
  3. Recovery - Pemulihan lokasi

Containment
Tindakan pertama dalam menanggulangi tumpahan minyak adalah melokalisrnya dengan menggunakan Oil Boom. Tipe dan jenis oil boom yang digunakan tergantung pada lokasi penggunaan dan teruatam kondisi perairan. Kesalahan pemilihan oil boom berakibat pada semakin luasnya area yang tercemar, waktu penanganan tumpahan minyak yang semakin lama dan tentunya biaya yang semakin besar, hal ini juga berkaitan dengan tuntutan hukum dari pemerintah dan organisasi masayarakat setempat. 

Untuk mengetahui labih jauh mengenai tipe dan jenis oil boom yang sesuai dengan lokasi anda, silahkan hubungi tim MARPOLINDO.


Collection
Tumpahan minyak yang telah dilokalisir oleh oil boom kemudian diambil menggunakan oil skimmer Oil skimmer memiliki kemampuan untuk memisahkan minyak dari air, tingkat efektivitas oil skimmer tergantung pada pemilihan tipe yang tepat, kondisi perairan dan jenis minyak. Kapasitas daya hisap oil skimmer bergantung pada perkiraan jumlah minyak yang tumpah, hal ini dapat ditentukan melalui hasil kajian tumpahan minyak. 

Minyak yang dihisap oleh oil skimmer dipindah ke tempat penyimpanan sementara (temporary storage tank) menggunakan transfer pump sebelum dibawa ke tempat penyimpanan akhir untuk diproses lebih lanjut. Sisa tumpahan minyak yang tidak dapat diambil oleh oil skimmer akan dikumpulkan menggunakan oil absorbent.


Recovery
Proses pemulihan lokasi adalah tahap akhir dalam aktivitas penanggulangan tumpahan minyak. Sisa-sisa minyak diambil menggunakan oil absorbent. Pembersihan area pesisir yang terkena dampak tumpahan minyak dilakukan secara manual dan berhati-hati dengan mempertimbangkan tingkat sensitivitas area tersebut. Pasir pantai yang terkena minyak harus diambil untuk dibersihkan dan dikembalikan ke tempatnya semula. Pembersihan batu karang menggunakan air panas bertekanan untuk melepaskan minyak.

Proses pemulihan adalah proses terlama dalam aktivitas penanggulangan tumpahan minyak. Rehabilitasi area yang terkena dampak tumpahan minyak harus mempertimbangkan AMDAL, NEBA dan ESI. Proses pemulihan juga mencakup proses ganti-rugi pihak ketiga, laporan kepada pemerintah dan tanggung jawab atas kejadian tumpahan minyak.
 



via chartsbin.com
 

Crude Oil Price